Sabtu, 30 Juni 2012

Telaga Sumber Air Kemarau di Gunungsari

Setelah sepekan lamanya air PDAM di Gunungsari ngadat, akhirnya keluar juga airnya. Ternyata mesin yang mengoperasikan tandon air untuk masyarakat Gunungsari rusak, maka dari itu membutuhkan biaya yang lumayan besar untuk memperbaikinya. Tapi alhamdulillah akhirnya mesin tandonpun berhasil diperbaiki dan ini merupakan kabar gembira buat masyarakat Gunungsari. Kenapa?????? Masalahnya ketiadaan air dari tandon menyebabkan masyarakat Gunungsari kebingungan mencari air. 

Selain itu, ketiadaan air juga memaksa warga untuk mengeluarkan lebih banyak uang untuk membeli air tangki ataupun juga kebanyakan dari mereka mengandalkan air telaga yang dijual keliling oleh beberapa orang warga yang sengaja menjual tenaga mereka. Beberapa warga tersebut memang sengaja menjajakan beberapa jerigen air yang mereka ambil dari telaga sebagai satu- satunya sumber mata air bagi masyarakat Gunungsari sebelum adanya tandon di sini. 

Kebetulan pada sepekan ini bersamaan dengan masa liburan setelah ujian akhir tahun anak sekolah. Mungkin memang keberuntungan bagi anak- anak dalam sepekan ini bisa meraup keuntungan dari ketiadaan air di sini. Ya lumayanlah dalam sehari sebagian besar dari mereka bisa mengumpulkan antara 6o hingga seratus ribu rupiah dari hasil "ngangsu" istilah gunungsarinya. Bayangkan 1 hari 100 ribu x seminggu, berarti sekitar 500 atau 600 ribuan lah yang mereka dapatkan. Jumlah yang lumayanlah untuk ukuran anak- anak SMP SMA yang sedang liburan. Itung- itung daripada nganggur dan tidur- tiduran di rumah ya mending ngangsu biar bisa dapet duwit.... hahahaha......

Konon, menurut warga Gunungsari, setiap musim kemarau tiba, sebelum adanya tandon air mereka berbondong- bondong ngangsu ke telaga untuk keperluan mandi, masak dan juga keperluan lainnya. Mungkin karena memang satu- satunya sumber mata air di Gunungsari. Tapi sebanyak- banyaknya air dalam telaga, kalau tiap hari diambil ya akhirnya habis juga karena memang pada dasarnya telaga tidak punya sumber sendiri, tetapi justru merupakan tandon air pada musim hujan saja. Air dalam telaga itu nantinya diharapkan bisa menopang kebutuhan warga akan air pada musim kemarau. 

Tapi beda lagi kalau musim kemaraunya berkepanjangan, maka warga harus tetap mencari sumber mata air yang lain yaitu di kali Indro yang letaknya di dusun Indro, masih termasuk kawasan desa Indrodelik. Jarak dari dusun Gunungsari ke kali Indro ya lumayan jauh kalau ditempuh dengan jalan kaki, soalnya sebagian besar warga Gunungsari pada waktu itu berjalan kaki tiap kali mau mandi, nyuci ataupun ngangsu ke Indro. Hemmmm.... betapa sengsaranya masyarakat Gunungsari beberapa tahun silam. Tapi ya syukurlah sekarang sudah ada tandon air di sini. Jadi kebutuhan warga pada air bersih telah tercukupi. 

Posted by= Diana NW. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar